Alasan jangan terlalu sering minta maaf

Sebesar apapun badanmu dan sekuat apapun tenagamu, kamu tetaplah manusia. Dan sebagaimana sifat manusia adalah makhluk sosial, kamu tidak mungkin untuk hidup tanpa berhubungan dengan orang lain.

Interaksi-interaksi sederhana yang sering kamu lakukan setiap harinya akan meningkatkan probabilitasmu melakukan berbagai macam kesalahan terhadap lingkunganmu. Itu menyebabkan kamu harus meminta maaf atas kesalahan yang kamu lakukan[LOGIC]. Tapi kali ini kita tidak akan melihat dari sudut pandang manusia pada umumnya, mari coba kita lihat dengan cara yang sedikit berbeda.

Aku berfikir jika seseorang mengatakan maaf secara berlebihan akan menimbulkan efek yang kurang baik seperti menghilangkan nilai maaf itu sendiri. Dengan kata lain jika maaf terlalu sering diucapkan maka bisa jadi dia (maaf) tidak akan berharga lagi bagi orang lain terhadap orang yang mengucapkannya. Contoh : pak Eko adalah orang yang ceroboh, dan hampir setiap hari dia selalu lupa mematikan kran air dan ketika bu Eko menegur, pak eko selalu meminta maaf. Sebenarnya terlihat seperti tidak ada masalah dengan hal itu, padahal ada. Sesuatu yang salah dari kisah pak eko bukan karena pak eko lupa mematikan kran air, karena lupa adalah sifat alamiah manusia. Yang salah dari pak Eko adalah selalu mengulang kesalahan yang sama hampir setiap hari. Dan karena itulah pak eko selalu mengucapkan kata maaf sehingga membuat kata maaf yang diucapkan oleh pak Eko menjadi tidak berharga lagi dimata bu Eko.

Lalu apakah kita tidak perlu mengucapkan maaf jika kita melakukan kesalahan?

Tidak begitu juga. Jadi kata maaf sebaiknya digunakan dengan sangat bijak dan sesuai porsinya. Kita tahu bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik. Jadi mengucap kata maaf tetap perlu, tapi tidak elok jika kita melakukannya secara berlebihan.

Lalu bagaimana solusinya?

Kita tetap harus meminta maaf ketika melakukan kesalahan, tapi tidak hanya berhenti disitu saja. Kita juga harus berusaha dan mempunyai tekat yang kuat untuk memperbaiki diri agar meminimalisir kesalahan. Dengan begitu kita juga akan meminimalisir kata maaf terucap dari mulut kita. [LOGIC]

Coba berikan contoh solusi untuk pak Eko!

Solusi untuk pak Eko sebagai orang yang ceroboh dan pelupa adalah dengan cara membuat tulisan “matikan kran air setelah selesai digunakan” lalu tempel didekat kran air. Atau bisa juga dengan mengganti kran air dengan sensor otomatis seperti yang ada di mall-mall. Jadi pak Eko tidak perlu menghidupkan dan mematikan kran air, ketika sensor mendeteksi ada gerakan di dekatnya maka air akan secara otomatis mengalir dan sebaliknya.

Usaha-usaha seperti itulah yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga agar hubungan sosial tetap baik tanpa harus menghilangkan nilai maaf itu sendiri. Jika kamu berfikir bahwa arti kata maaf adalah “lupakanlah salahku” berarti kamu salah besar. Arti kata maaf yang sesungguhnya adalah sebuah janji yang berisi “aku akan lebih baik dari sekarang”.

hdt

Leave a Comment (Not Available)

Post Comment