Begini cara berhenti kecanduan instagram

Kita semua tahu kalau berlama-lama di instagram adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Nah itulah tujuan yang disematkan oleh instagram dalam merancang graphical user interface (desain tampilan) aplikasinya, bahkan juga fungsi-fungsi yang ada didalamnya. Makanya tak heran kalau tidak ada satu haripun yang kita lewatkan tanpa membuka aplikasi instagram. Disini aku tidak akan membahas instagram secara app development, tapi lebih kepada sisi psikologis yaitu rasa candu dan pertanyaan besar bagaimana cara berhenti / mengurangi dari kecanduan instagram?

Sebelum masuk ke solusi bagaimana cara berhenti dari kecanduan instagram, aku akan jelaskan beberapa hal negatif yang timbul akibat instagram. Berikut adalah penjelasannya:

Hubungan sosial terganggu. Perbedaan yang muncul di era teknologi saat ini adalah pola sosialisasi manusia itu sendiri. Jaman dulu nongkrong dan ngobrol memiliki esensi serta kesenangan tersendiri karena bisa bertukar pikiran, berjenaka bersama, dll. Tapi di jaman yang serba teknologi seperti sekarang, esensi-esensi seperti itu mulai hilang karena pada kenyataannya menonton instastory dianggap lebih menyenangkan daripada ngobrol meskipun sedang berada di satu tempat yang sama.

Kurang bersyukur. Sadar atau tidak, kita sangat suka melihat kesenangan orang lain (itu kebodohan yang nyata). Semua hal yang dibagikan (di-share) di instagram adalah moment-moment yang menyenangkan. Tak heran ketika kita sedang melihat instastory atau feed orang lain membuat kita menjadi berfikir “kenapa kehidupan dia selalu menyenangkan? Kenapa dia lebih sukses dari aku? Kenapa aku tidak bisa seperti dia? Dan bla bla bla yang lainnya” padahal semua itu adalah BULSHIT, tapi kita suka menontonnya (BODOH). Mereka terlihat sangat bahagia/sukses bukan berarti tidak pernah merasa sedih/gagal, karena kesedihan/kegagalan yang dia rasakan akan cenderung untuk disembunyikan. Kenapa? Karena seseorang cenderung untuk tidak mau terlihat lebih menderita daripada teman-temannya. Aku yakin kita sering membagikan moment ketika makan di restoran mewah dengan editing yang maksimal, tapi jarang sekali membagikan moment ketika sedang makan di angkringan pinggir jalan. Contoh lain, kita akan cenderung percaya diri membagikan prestasi dan menyembunyikan kegagalan. Misal kita diterima di kampus A atau diterima kerja di perusahaan B, tapi aku juga yakin kita tidak akan membagikan moment ketika kita di PHK atau lamar kesana kemari tidak ada yang diterima. Ya aku anggap kalian mengerti point yang aku maksud.

Oke kembali ke topik utama permasalahan kita yaitu bagaimana cara berhenti dari kecanduan instagram. Dari kedua masalah diatas, kita tahu bahwa yang menyebabkan kita betah di instagram adalah karena ada hal-hal yang kita sukai. Dan untuk menghentikan kecanduan ini caranya yaitu dengan menghilangkan hal-hal yang kita sukai di instagram. Contoh : unfollow akun-akun yang membuat kita betah di instagram, baik itu akun oficcial lucu-lucu maupun akun teman-teman yang sering membuat kita merasa nyaman di instagram. Atau jika menurutmu unfollow terasa sangat ekstrim, kamu bisa menggunakan fitur mute story / mute post / mute story and post yang disediakan oleh instagram.

Jadi semua notifikasi dan update dari akun lain tidak akan muncul tapi kamu tetap bisa beraktifitas disana, membuat instastory maupun upload foto di feed. Sederhananya katakan ini pada dunia instagram “kalo kamu mau lihat aku ya silahkan, tapi aku tidak akan lihat kamu”. Sekian

HDT

Leave a Comment (Not Available)

Post Comment