Memahami function pada pemrograman dengan cara sederhana

Ketika kita memutuskan untuk menjadi programmer, mau tidak mau kita akan sering berurusan dengan function. Apa itu function? 
Function adalah suatu fungsi yang dibuat untuk melakukan sesuatu. Didalamnya terdapat tugas-tugas yang akan dikerjakan ketika suatu function dipanggil. Itu definisi yang cukup membosankan, mari kita buat analogi agar lebih mudah untuk memahaminya. 

Dari gambar diatas bisa kita lihat ada sebuah function pada sisi kiri dan analogi function pada sisi kanan. Untuk menyederhanakan pemahaman, saya lebih suka menganalogikan function sebagai profesi. Jika disisi sebelah kiri kita membuat function Doctor maka dapat dianalogikan bahwa kita sedang menciptakan profesi dokter. Didalam function Doctor terdapat beberapa task yang harus dilakukan oleh function tersebut. Demikian pula dengan analogi yang kita buat, dia mempunyai tugas yang harus dia kerjakan. Lalu dimana letak persamaannya?
Jadi ketika kita memanggil function Doctor secara otomatis dia akan melakukan tugas-tugas yang sudah kita deklarasikan, yaitu dia akan mencetak tulisan “task 1”, “task 2” dan “task 3”. Sama halnya ketika kita sakit dan memanggil seorang dokter, maka dia akan melakukan beberapa tugas yaitu dia harus memeriksa pasien, menyuntik pasien, kemudian memberikan resep obat. 
Oke sekarang kita sudah paham apa itu function secara makna. Lalu apa kegunaan dari function itu sendiri? Jawabannya cukup sederhana, yaitu untuk menyederhakan pekerjaan dan membuat struktur penulisan kode menjadi lebih efisien. Mari kita bahas.

1. Menyederhanakan pekerjaan
Kita gunakan function yang kita buat tadi yaitu function Doctor. Sebenarnya kita bisa saja langsung menuliskan echo “task 1”, echo “task 2” dan echo “task 3” tanpa harus membungkusnya didalam sebuah function. Tapi coba bayangkan jika sistem yang kita bangun sangat kompleks dan butuh melakukan pekerjaan serupa berulang-ulang sebanyak 10 kali. Apakah  kita harus mengulang penulisannya sebanyak 10kali juga? Itu sangat tidak efektif. Maka dari itulah kita membutuhkan function untuk membuatnya menjadi lebih mudah. Terlebih lagi jika kita sudah menerapkan konsep parameter didalamnya untuk mengolah data yang lebih dinamis lagi, itu juga akan sangat mempermudah kita dalam proses development (Baca juga artikel tentang parameter). Contoh :

$a = 1;
$b = 2;
 
Doctor ($a, $b);
 
  function Doctor ($a, $b){
    $c = $b - $a;
    echo ($c);
  }

Bayangkan jika nilai $a dan $b selalu berubah setiap waktu, apakah kita harus menulis $c = $b-$a sebanyak yang kita butuhkan? Tentu tidak mungkin dooooong.

2. Membuat struktur penulisan kode menjadi lebih sederhana
Misalkan pada sebuah program, function Doctor dipanggil sebanyak 3kali. Lalu kita memutuskan untuk merubah pekerjaan yang harus dia lakukan, misalkan tadinya $b - $a, sekarang kita ingin merubahnya menjadi $a - $b maka kita tidak perlu merubahnya sebanyak 3kali, kita hanya perlu merubah isi functionnya saja. Contoh :

//Task 1
$a = 1;
$b = 2;
$c = $b - $a;
echo ($c);
 
//Task 2
$e = 1;
$f = 2;
$g = $f-$e;
echo ($g);
 
//Task 3
$h = 1;
$i = 2;
$j = $i-$j;
echo ($j);

Nah di contoh program diatas kita mempunyai tugas yang sama yaitu operasi pengurangan nilai kedua dikurangi nilai pertama. Misalkan kita memutuskan untuk merubahnya menjadi penjumlahan maka kita harus melakukan perubahannya sebanyak 3x juga. Tapi dengan membungkus pekerjaan yang sama menjadi satu function kita hanya perlu merubahnya sekali saja. 

Kesimpulan :
Function adalah sebuah fungsi yang dibuat untuk melakukan sesuatu. Didalamnya terdapat tugas-tugas yang dideklarasikan untuk dijalankan ketika fungsi tersebut dipanggil. Tujuan pembuatan function adalah untuk menyederhanakan pekerjaan dan membuat struktur penulisan kode menjadi lebih sederhana.

Semoga bermanfaat, jangan lupa membaca blog yang lain disini.
Sampai bertemu di artikel yang lain dan #BiarkanKodeYangBicara.

 

Daftar isi PHP :
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Leave a Comment (Not Available)

Post Comment