Memahami if else dengan cara yang sederhana

if else

 

Dalam pengembangan sebuah program yang lebih kompleks, kita sering atau hampir selalu menggunakan if else untuk mengerjakan sesuatu. If else itu apasih?

If else adalah sebuah perintah yang kita gunakan untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan kondisi yang kita tentukan. Kondisi yang akan kita periksa dituliskan didalam tanda kurung. If else memiliki dua perintah, yaitu perintah benar dan perintah salah. Perintah benar kita deklarasikan didalam area if dan perintah salah kita deklarasikan didalam area else. Contohnya seperti ini:

if (32 = 1){
echo “hasilnya adalah satu”;
}else{
echo “hasilnya bukan satu”;
}

Sebelum kita menerjemahkan kode diatas, mari kita bedah terlebih dahulu komponen-komponen yang ada didalamnya.

If dalam bahasa indonesia artinya “jika”, nah kondisi yang akan kita periksa harus dituliskan didalam kurung setelah if. Pada contoh ini, kondisinya adalah (3 – 2 = 1). Kemudian tugas yang akan dikerjakan oleh kondisi benar kita letakkan diantara tanda { dan } milik if, sedangkan pekerjaan yang akan dilakukan saat kondisi salah kita letakkan diantara { dan } milik else. Oke langsung saja kita terjemahkan kode tersebut.

Jika 3 – 2 = 1, maka cetak tulisan hasilnya adalah satu. Tetapi jika kondisi itu salah, cetak tulisan hasilnya bukan satu

Cukup mudah bukan? Lalu mengapa kita butuh if? Apakah kita tidak bisa kita langsung menuliskan echo “hasilnya adalah satu” di layar?

Jawabannya adalah bisa saja. Tapi bagaimana jika kita perlu membandingkan kondisi yang selalu berubah-ubah nilainya? Apakah kita harus melakukannya secara manual? Tentu tidak mungkin, karena sebuah program diciptakan untuk melakukan sebuah otomatisasi. Oleh sebab itulah kita memerlukan perintah if else.

Kalau kamu masih belum percaya, ayo coba kita implemantasikan ke dalam contoh yang lebih kompleks.

Sebuah situs web toko online hendak memproses data pembayaran dari pembelinya. Operasi yang akan dilakukan adalah jika $total_saldo lebih besar dari $total_belanja maka pembayaran dapat diproses, namun jika tidak, maka sistem akan menampilkan pesan “saldo tidak cukup”. Bayangkan jika toko tersebut harus memproses ribuan transaksi setiap hari, apakah mungkin itu semua dilakukan secara manual? Tentu kita membutuhkan sebuah perintah yang dapat membuatnya menjadi otomatis dan mampu melakukannya berulang-ulang sesuai jumlah data yang masuk.

 

Kesimpulan :

if else adalah sebuah perintah yang kita gunakan untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan kondisi yang kita tentukan. Perintah if else digunakan untuk memproses (perbandingan data) dengan nilai yang dinamis dan memungkinkan untuk dilakukan secara berulang-ulang sesuai jumlah data yang ada. Tujuannya adalah untuk mendukung proses otomatisasi dan mempermudah pekerjaan manusia.

Sekian artikel singkat ini semoga bermanfaat, jangan lupa untuk membaca tulisan-tulisan yang lain disini.

Sampai bertemu di tulisan yang lain dan #BiarkanKodeYangBicara.

 

Daftar isi PHP :
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Leave a Comment (Not Available)

Post Comment